from Impossible to Possible

Oleh: Aditiya Bagus Endradi
(TTL: Malang, 4 Agustus 1993)

MatahariSabtu, 25 Oktober 2014 pukul 05.15 WIB, saya bersama beberapa teman berangkat ke SEAMOLEC untuk mengikuti kegiatan outbound. Dengan berjalan sekitar 15 menit dari tempat kost, saya melewati pintu belakang Universitas Terbuka, karena letak SEAMOLEC berada di Universitas Terbuka. Sesampainya disana, ternyata para instruktur sudah ada ditempat. Kami pun dikumpulkan di lapangan, berbaris sesuai kelompok yang telah ditentukan sebelumnya. Untung saja saya tidak terlambat, sehingga saya tidak dihukum push up. Pada waktu itu saya masuk kelompok 5 akan tetapi, Pak Stanley salah satu instruktur outbound membagi lagi menjadi 4 kelompok. Keempat kelompok tersebut diberi nama Kuda, Kerbau, Harimau, dan Matahari. Saya masuk ke dalam kelompok Matahari.

Setelah dibagi menjadi 4 kelompok, kami diberi waktu 2 menit untuk saling mengenal nama-nama teman sekelompok. Dalam kelompok kami terdapat 25 orang, satu persatu kami memperkenalkan diri. Saya pun susah mengingat nama-nama teman sekelompok kami, hanya sekitar 75% yang saya ingat. Salah satu teman kami, ditunjuk sebagai ketua kelompok dimana ketua kelompok diberi emblem berwarna merah bertuliskan Kaizinov yang diikatkan kepada kepala. Emblem merah tersebut harus dijaga dan jangan sampai direbut oleh kelompok lain, karena 1 emblem bernilai 3 bintang.
Di lapangan kami, bercanda sambil bernyanyi dan diberi pertanyaan. Setiap pertanyaan apabila jawaban benar maka akan mendapatkan hadiah berupa bintang. Semua kelompok berlomba-lomba untuk mendapatkan bintang.
Setelah itu kami digiring menuju ruangan di gedung SEAMOLEC untuk mendengarkan materi dari Pak Stanley. Diawali dari menonton video perjuangan hidup orang cacat yang berbakat. Dari menonton video itu kami jadi sadar, betapa hebatnya orang cacat tersebut bisa memiliki prestasi. Di saat mendengarkan materi, ketua kelompok Kuda lupa menjaga emblem merah. Salah satu teman kelompok kami berhasil merebutnya dan saya dipercaya oleh teman-teman untuk menjaganya.
Materi pun selesai, kami pun diberi waktu 2 jam untuk menjual bolpoint berbentuk kapsul dan buku. Saat menjual bolpoint dan buku, saya selalu mendapatkan penolakan dari para konsumen. Dan pada hari itu juga tidak satupun barang yang saya bawa laku terjual. Setelah itu saya kecewa dan kembali ke SEAMOLEC. Ternyata beberapa teman sekelompok kami, berhasil menjual bolpoint dan buku tersebut. Uang itu kami kumpulkan dan kami hitung, dan ternyata kelompok kami berhasil mengumpulkan kurang lebih 700 ribu rupiah. Saya langsung kaget mendengarnya dan sekaligus memotivasi saya, bahwa saya juga bisa. Setelah digabung dengan kelompok lainnya ternyata jumlahnya sekitar 3 juta rupiah. Wow, ternyata banyak juga hasilnya.
Kegiatan pun dilanjutkan dengan outbound di dekat danau yang terletak di dalam Universitas Terbuka. Permainan yang pertama adalah spider web, kelompok kami satu persatu harus melewati lubang-lubang tanpa menyentuh tali. Kami saling bantu membantu untuk melewatinya. Tanpa saya sadari salah satu anggota kelompok Kuda menyelinap dari belakang dan mengambil emblem merah yang saya pakai. Saya pun merasa bersalah atas hilangnya emblem merah itu. Setelah itu kami berganti permainan kelereng bambu, dimana kami disuruh membuat jalan dari bambu untuk dilewati kelereng dan dimasukkan kedalam pipa kecil. Kelompok kami adalah kelompok tercepat dalam mengumpulkan kelereng yaitu kurang lebih dalam 4 menit kami berhasil mengumpulkan 65 kelerang. Setelah itu kami berpindah ke permainan ranjau musuh. Pada permainan ranjau musuh kami harus merayap kurang lebih sepanjang 4 meter tanpa menyentuh tali. Karena jika menyentuh tali, kami medapatkan hukuman. Satu persatu kami berhasil melewatinya, setelah itu beberapa teman kami menyelinap ke kelompok lain untuk merebut kembali emblem merah. Kami pun mendapatkan 2 emblem sekaligus. Saya pun dipercayai untuk menjaga emblem merah lagi. Setelah itu kami berpindah ke permainan terakhir yaitu mencari harta karun. Dalam mencari harta karun mata kami ditutup dengan kain berwarna biru yang telah dibagi sebelumnya, dan teman kami paling belakang memberikan kode arah mana kami harus berjalan dan menemukannya. Kata Pak Stanley, kelompok kami adalah kelompok tercepat dalam menemukan harta karun.
Setelah itu kami diberi waktu untuk pulang dan membersihkan diri. Dan kembali lagi pada pukul 20.00 WIB untuk mengikuti kegiatan api unggun. Beberapa teman-teman banyak yang terlambat datang, sehingga membuat Pak Stanley marah-marah. Akan tetapi, kegitan pun tetap dilanjutkan. Kami pun mengelilingi api unggun dan membakar kertas yang berisi kebiasan buruk, untuk membuang kebiasan buruk tersebut. Kegiatan pun selesai, kami pun pulang.
Minggu, 26 Oktober 2014 pukul 05.00 WIB, saya bersama teman-teman lainnya bergegas untuk berangkat menuju SEAMOLEC. Ternyata pintu belakang Universitas Terbuka ditutup, sehingga kami pun berlari melewati pintu depan Universitas Terbuka yang jaraknya sangat jauh sekitar 1 km. Hanya beberapa yang terlambat dan mendapatkan hukuman push up. Kini kelompok kami dapat merebut 1 emblem merah lagi, sehingga jumlah emblem merah pada kelompok Matahari sekarang berjumlah 4. Kelompok Matahari kini menjadi sasaran utama dari kelompok lain.
Di lapangan kami diberi waktu untuk membuat yel-yel yang bagus dan unik. Kelompok Matahari mendapatkan giliran terakhir untuk menyanyikan yel-yel. Setelah itu kami diberi waktu 2 jam sampai pukul 09.00 WIB untuk menjual bolpoint dan buku lagi. Tetap seperti hari sebelumnya kami pun sering mendapat penolakan dari para konsumen. Meskipun banyak penolakan setelah dihitung kembali dan digabung dengan jumlah uang sebelumnya, ternyata kami berhasil mengumpulkan kurang lebih 13 juta rupiah dalam 2 hari. Wow, ternyata hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Uang yang terkumpul tersebut akan kami gunakan untuk keperluan sosial selama kuliah nantinya.
Kegiatan pun dilanjutkan dengan outbound didekat danau di dalam Universitas Terbuka. Permainan pertama adalah melemparkan kelereng dengan jarak kurang lebih 3 meter kedalam ember berisi air. Pada giliran saya, kelereng tersebut tidak masuk, kelompok kami pun hanya 1 kelereng yang berhasil masuk. Permainan kedua adalah menggelindingkan bola kecil berjumlah 27 bola menggunakan tali dan dimasukkan pada ember. Kelompok Matahari berhasil mengumpulkan 25 buah bola. Permainan ketiga adalah mengisi air dari ember ke ember menggunakan bantuan tali dari 4 penjuru arah. Pada permainan ketiga ini salah satu teman kami yang diberi tanggung jawab menjaga emblem merah telah direbut oleh kelompok Harimau. Sehingga jumlah emblem merah kelompok Matahari tinggal 3. Setelah itu kami diberi waktu untuk istirahat.
Setelah istirahat kami pun berkumpul kembali di danau. Di danau itu kami bersenang-senang sambil bernyanyi-nyanyi. Kami pun mendapatkan info bahwa Pak Gatot akan datang untuk menyaksikan kegiatan outbound kami. Kami pun diberi waktu untuk membenahi yel-yel yang telah dibuat sebelumnya. Permainan berikutnya adalah water tool yaitu permainan dimana kami harus mengisi air ke dalam pipa besar yang telah diberi lubang-lubang untuk mengambil bola kecil didalamnya. Meskipun basah, kami pun berusaha menutupi lubang-lubang itu agar air tidak keluar. Kelompok kami adalah kelompok tercepat dalam permainan ini, dengan perolehan waktu hanya 41 detik. Setelah itu kami berbaring di jalanan sambung menyambung untuk mengetahui kelompok mana yang paling panjang. Lalu kami diberi arahan oleh Pak Gatot.
Juara 1Kegiatan outbound pun selesai, pada acara puncaknya adalah pengumuman perolehan bintang terbanyak. Juara keempat adalah kelompok Harimau, juara ketiga adalah kelompok Kuda. Disaat pengumuman juara kedua dan pertama jantung kami mulai dag, dig, dug. “Juara kedua adalah kelompok… Kerbau dengan perolehan 58 bintang” kata Pak Stanley. Kelompok Matahari pun girang, karena menjadi juara pertama dengan perolehan 63 bintang. Pada awalnya kami tidak percaya kalau bisa menjadi juara pertama, karena pada batch-batch sebelumnya kelompok Kerbau lah yang selalu juara pertama. “Mitos bahwa kelompok Kerbau selalu menang, ternyata kini bisa dikalahkan oleh kelompok Matahari” kata Pak Stanley.
Terima kasih Pak Stanley dan Mbak Eva dari Kaizinov, terima kasih juga teman-teman kelompok Matahari. Semoga kita semakin kompak sampai akhir perkuliahan dan wisuda bersama di ITB!
Salam Kereeeennnn! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s